Republikan dianggap paling tidak efektif

Mayoritas masyarakat Amerika marah dan frustasi dengan pejabat-pejabat terpilih dan lebih dari empat dari 10 orang menyatakan putus harapan terhadap kemampuan Washington dalam mengatasi keterpurukan ekonomi.

Lebih dari sepertiga masyarakat Amerika berharap Presiden Obama dan perwakilan rakyat di Kongress, mayoritas Republikan dapat berkompromi. Sekitar 28 persen frustasi dengan pertikaian politik, berdasarkan polling nasional yang diadakan Bloomberg pada 9-12 September. Lebih dari seperempat responden marah dan ingin melempar pejabat tersebut keluar.

Tercatata hanya delapan persen responden yang menyatakan bahwa pejabat terpulih telah melakukan yang terbaik untuk negara.

Kritikan dari salah seorang responden yang akhirnya memutuskan memilih Obama ketika pemilu lalu, malah balik menyerang sang Presiden karena dianggap menimbulkan disfungsi di Washington.

Akan tetapi sebagian besar responden yang tidak senang memilih menyalahkan Republikan atas permasalahan yang timbul di Washington. Survei menunjukkan 39 persen responden menyalahkan Obama atau kongress yang dikuasai Demokrat sementara 45 persen menuding kongres yang saat ini dikuasai Republikan.

Kemarahan dan rasa frustasi juga tercatat lebih banyak terjadi pada responden yang berhaluan Republikan sekitar 62 persen Sementara dari kalangan Demokrat yang tidak puas terhadap kinerja partainya sebesar 41 persen.

Olin, seorang supervisor bank mengatakan keluarga Amerika harus memangkas belanja dan harus berusaha menghasilkan lebih banyak income dimasa sulit seperti sekarang dan pemerintah juga seharusnya melakukan hal yang sama. Dia juga belum memutuskan apakah akan memberikan suaranya pada pemilu presiden tahun depan.

“Yang harus dipersalahkan adalah Republikan karena mereka tidak mau mengalah,”ungkap Olin. “Hanya karena mayoritas masyarakat memilih Republikan bukan berarti anda boleh egois, tidak mau kompromi.”

Penyebab kemarahan publik kepada pemerintah tentu saja perselisihan terkait limit hutang yang diperbolehkan untuk pemerintah sejak awal tahun ini, menyebabkan negara hampir saja bangkrut sampai akhirnya disepakati awal Agustus lalu.

Don Himmelright, seorang pensiunan sipil mengatakan tidak ada satupun orang di pemerintahan yang memikirkan keuntungan untuk negara atau rakyat. “Mereka hanya tertarik untuk keuntungan diri sendiri dan pekerjaan mereka.

 

Himmelright mengaku telah menjadi simpatisan Demokrat selama 49 tahun sebelum akhirnya berpindah independen tahun lalu karena muak dengan Obama, yang sempat dia dukung di 2008 lalu. Dia juga menuding Republikan atas sebagian besar permasalahan yang terjadi di Washington.

Disamping rasa frustasi diatas sekitar 54 persen berharap Washington mampu menyelesaikan permasalahan yang ada ditahun depan sehingga dapat membantu ekonomi mereka maupun keluarganya. Sekitar 43 persen mengatakan sudah menyerah.  (taken from my writes @ Fr)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s