Nasib mu Playstation Vita

vitaPlaystation Vita tidak diragukan lagi merupakan satu-satunya handheld paling powerful sampai detik ini. Jika mengacu kepada spesifikasi teknis dan bobot game nya maka perangkat ini dapat kita kategorikan sebagai mini konsolnya Playstation.

Handheld generasi pertama yang diberi nama PSP meraih sukses besar ditandai dengan melimpahnya jumlah pustaka permainan. Sony berharap dapat mengulang sukses dengan melundurkan handheld generasi keduanya.

Diawal peluncurannya, pasar cukup antusias menyambut handheld baru ini terutama setelah melihat spesifikasinya yang sudah menyamai konsol Playstation sendiri. Dua tombol analog, kontrol L & R, fungsi touch, layar amoled dll.

Dua tahun berlalu, mulai tampak pasar handheld ini lesu, utamanya setelah jumlah game-game AAA, yang biasanya diproduksi oleh brand-brand besar, seperti Konami, Capcom dan kawan-kawan tak kunjung muncul.

Tahun 2015 lalu petinggi Sony akhirnya angkat bicara dimana mereka tetap akan memberikan dukungan untuk handheld ini meski tidak ada masa tenggat disebutkan. Namun dengan catatan dipastikan tidak ada lagi rilis game-game AAA, dan membuka pintu selebar-lebarnya untuk game indie.

Sebenarnya pasar PS Vita tidaklah begitu suram dinegara asalnya, karena di Jepang sendiri, game yang rilis untuk PS Vita masih muncul berkala meski tidak banyak. Yang jadi masalah tentu saja mayoritas pasar tidak selalu bisa mencerna game-game yang diterbitkan oleh produsen Jepang disamping karena genre juga keterbatasan bahasa.

Berikut adalah beberapa alasan yang membuat PS Vita tidak lagi menarik dimata publisher game besar:

  1. Spesifikasi PS Vita bisa dikatakan mumpuni tapi keunggulan itu sekaligus membuatnya terjepit diantara persaingan 2 pemain utama yaitu Sony dan Xbox. Singkatnya publisher harus memilih prioritasnya apakah ingin mengembangkan game untuk Vita atau langsung membuat game untuk 2 konsol utama tersebut dimana keuntungannya lebih menjanjikan dibandingkan Vita.
  2. Oleh karena publisher cenderung memilih membuat game untuk Sony playstation 4 dan Xbox one (termasuk juga konsol lawas seperti Ps3 dan Xbox 360), library game Vita terus menciut dan kurang bersaing.
  3. Gempuran handheld nintendo yang sampai detik ini memiliki 4 macam varian dengan jumlah game melimpah. Vita KO!
  4. Sony tidak mampu meyakinkan publisher bahwa konsol ini bisa memberi keuntungan

Terlepas banyak pihak mengakui bahwa Vita sebenarnya adalah handheld yang powerful, tapi keputusan Sony untuk “give up” lah yang seolah memberi kepastikan kepada para pengembang untuk tidak lagi menyentuh Vita dan fokus ke konsol next gen.

Saya sendiri memiliki PS Vita dan handheld ini sebenarnya memiliki potensi bagus utamanya dari segi grafis yang sebenarnya belum betul-betul dimaksimalkan oleh publisher.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s