Review Zootopia

zootopiaI am a huge fans of Animation movie, but I am very picky when it comes to it.

Yang membuat saya tertarik dengan film animasi buatan Hollywood adalah bobot ceritanya yang memuat banyak pesan moral dan biasanya relevan dengan kondisi ketika film tersebut dibuat. Selain bertujuan menghibur, film juga dibuat mendidik. Mengajarkan kepada anak-anak bahwa dunia ini penuh warna sekaligus tantangan.

Zootopia hadir dalam nuansa yang lebih segar jika dibandingkan dengan animasi-animasi sejenis. Jika biasanya film Animasi bertema binatang selalu menghadirkan habitat aslinya atau terkoneksi dengan Afrika, tapi tidak dengan Zootopia. Film ini mengambil “angle” yang berbeda dimana para binatang berhasil membentuk sebuah komunitas dimana tidak ada lagi batas antara hewan pemangsa dan hewan yang menjadi mangsa.

Semua binatang hidup harmonis dan berdampingan dan kota dibagi kedalam beberapa layer sesuai dengan habitat aslinya. Jadi kita bisa temukan kota bertipe gurun, hutan hujan bahkan layaknya kutub. Bagian kota terdalam atau pusat kotanya disebut Zootopia, ini semacam ibu kota dimana semua binatang berkumpul dengan ragam profesi. Jika para binatang ingin mengadu nasib dan sukses maka disinilah tempatnya 🙂

Saya tidak akan bercerita detail tentang film ini, karena film ini layak ditonton, jadi sayang rasanya jika keseluruhan cerita diumbar disini. Singkatnya Zootopia merupakan kisah seorang kelinci yang bercita-cita ingin menjadi polisi dimana profesi ini cenderung dikuasai oleh kelompok binatang predator mengingat bentuk fisik mereka yang besar dan kuat. Didunia Zootopia, beberapa profesi penting memang dipegang oleh kelompok predator atau setidaknya kelompok binatang dengan fisik dan kekuatan besar, hal ini karenakan profesi itu menuntut ketahanan fisik sehingga binatang-binatang yang tergolong pemakan sayur (hehehehe), walau tidak semuanya tidak bisa mengambil profesi tertentu, sebut saja menjadi seorang Walikota, bahkan polisi.

Tapi tentu saja ambisi si kelinci untuk menjadi seorang polisi bukanlah inti dari cerita Zootopia yang sesungguhnya. Proses menjadi polisi, tantangan yang dihadapi ketika menjalani profesi itu menjadi rangkaian yang menjadikan cerita ini begitu “berisi”.

Selanjutnya silahkan nonton ya….hitung-hitung kita ikut menyukseskan program anti pembajakan supaya insan film terus semangat untuk menghasilkan film-film Animasi yang berbobot.

Oh ya, ada satu pesan moral dari film ini yang menurut saya sangat cantik dan sekali lagi relevan dengan kondisi kita saat ini. Sudah saya sebutkan diatas bahwa film ini sepertinya memang sengaja dibuat berdasarkan realita atas berbagai perselisihan yang berkaitan dengan SARA, setidaknya saya merasakannya seperti itu.

Zootopia adalah tentang kesetaraan, keadilan, ambisi dan peluang. Film ini menyiratkan atau mendidik kita, utamanya anak-anak kita agar “selalu berfikiran positif dan melihat setiap permasalahan dari berbagai sudut”. Dalam menghadapi persoalan kita harus melakukan check dan re-check  terlebih dahulu sebelum menjatuhkan vonis. Film ini berusaha memberi tahu kepada kita bahwa mayoritas dan minoritas itu adalah obyek yang sengaja diciptakan untuk membelah dan membeda-bedakan orang-orang dan “terkadang” orang-orang yang berteriak meminta keadilan adalah pelaku utama sebuah kejahatan!!

Wow terdengar tidak asing lagi kan??? Watch this movie and bring your children, it is a good exercise for their brain.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s