Pemimpin

Sarah Palin

Titik beratnya bukan Palin, tapi bagaimana pewawancara dengan jelas menyebut satu persatu kriteria menjadi seorang pemimpin, dimana kelas gubernur saja belumlah dianggap layak untuk memimpin negara dengan segudang permasalahannya.

Meski Palin tidak masuk kategori orang cerdas, tapi wawancara ini layak disimak ketika ingin memilih pemimpin negara. Seringkali kita dihadapkan kepada kenyataan pahit bahwa sang calon pemimpin tidaklah sempurna, ada cacat disana dan sini, namun ada hal-hal mutlak yang harus dijadikan pertimbangan diantaranya kecakapan, pengalaman, kecerdasan, penguasaan masalah, visi dan misi dan yang paling jelas adalah bukti konkret pengalamannya. Pemimpin negara tidak saja mengurusi persoalan internal dalam negeri tapi juga politik luar negeri.

Kutipan menarik: apakah anda memiliki pengalaman mengelola negara? Apakah anda pernah keluar negeri? Apakah anda pernah bertemu/berhadapan dengan pejabat pemerintah internasional? Apakah anda memiliki visi konkret tentang bagaimana menyelesaikan permasalahan spt: ekonomi, sosial, politik luar negeri, militer dsb???

Pewawancara dgn jelas menyebut bahwa menjadi wakil presiden bukan sekedar mengurusi urusan dalam negeri seperti pajak, harga2 dsb tapi lebih besar dari itu, dimana anda bertanggung jawab atas arah kebijakan negara, baik domestik dan internasional.

Cara Amerika dalam memilih pemimpin patut dicontoh, dimana mereka menerapkan standar ketat dalam memilih pemimpin. Selain melakukan “background check” setiap pemimpin akan diuji dan disaring seberapa besar penguasaan terhadap berbagai bidang, permasalahan yang ada termasuk solusinya.

Beberapa dari sekian banyak faktor yang membuat McCain kalah dalam pemilu lalu disamping karena dia Republikan, tapi juga karena faktor Sarah Palin. Sulit membayangkan sebuah negara dikelola oleh orang yang tidak cakap dan pada akhirnya lebih sering di setir dalam tindak tanduk dan keputusan.

Amerika juga menjadi contoh paling sempurna dimana seorang Presiden itu pada dasarnya bukanlah satu-satunya pengambil keputusan akhir dan ada banyak kepentingan dan para ahli yang mengelilinginya. Jadi setiap keputusan yang dibuat merupakan kompromi diantara para stakeholder.

Wajar jika Amerika cemburu sekali dengan Putin, Khadaffi, Fidel Castro, Soekarno, Kim Jung il dll — karena hanya mereka inilah yang bisa mencontohkan betapa dominan dan mutlaknya kepemimpinan seorang Presiden 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s